Ilustrasi: Internet
RIAU1.COM - Konsumsi rokok elektrik atau vape bisa merusak otak secara permanen. Hal ini disebabkan oleh kadar nikotin yang tinggi dalam vape. Nikotin akan menutupi reseptor yang membuat kematian sel.
Asap rokok elektrik atau vape dapat menyebabkan respons stres dalam sel induk saraf.
Tak hanya itu vape juga dapat mengubah struktur otak serta mempercepat penuaan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of California seperti dilansir Instagram @indozonehealth, 4 Juli 2019 menemukan bahwa cairan yang terdapat pada vape bisa menyebabkan mitochondrial hyperfusion (SIMH) yang bisa memicu stres.
Rusaknya sel dapat mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif serta kerusakan otak secara permanen.
Hal ini disebabkan oleh kadar nikotin yang tinggi dalam rokok elektrik. Nikotin akan menutupi reseptor dan memungkinkan kalsium dan ion masuk ke dalam sel yang membuat kematian sel.
Dampak negatif dari rokok elektrikjuga dapat merusak memori pembelajaran dan kognitif pada remaja. lni karena otak remaja yang masih dalam tahap perkembangan akan dipengaruhi oleh nikotin dengan mudah.